buat sahabat
Monday, August 22nd, 2005mungkin bagimu dia tak lebih dari sekedar bentukan tembok bisu…
mungkin bagimu dia tak lebih dari sebuah gerbong menuju stasiun berikut…
mungkin bagimu dia tak lebih dari sebuah sumur pelepas dahaga…
namun sadarkah kau bahwa di sana kita bertemu?
di sana kita bersahabat?
di sana kita berjuang?
di sana kita merajut jalinan kasih persaudaraan yang abadi hingga kini?
di sana aku diberi harta tak ternilai yang tak pernah bisa tergantikan…
sebuah persaudaraan…
sebuah keluarga…
tak tahukan kau kalau bentukan tembok bisu itu, untaian gerbong kereta itu, sumur tua itu merindukan tak hanya sekedar kenangan tapi juga kehadiran?
kembalilah saat tembok itu mulai rapuh, gerbong itu mulai lelah, sumur itu mulai kering…
dan mulai membutuhkan kita, yang pernah dibawanya dengan setia…
sama seperti dia, aku butuh kalian bukan sebagai kenangan…
aku butuh kalian sama seperti dulu, dengan kehadiran, bukan angan-angan…
untuk sahabat-sahabatku, sebagai kenangan akan almamater…