Archive for August, 2005

buat sahabat

Monday, August 22nd, 2005

mungkin bagimu dia tak lebih dari sekedar bentukan tembok bisu…

mungkin bagimu dia tak lebih dari sebuah gerbong menuju stasiun berikut…

mungkin bagimu dia tak lebih dari sebuah sumur pelepas dahaga…

namun sadarkah kau bahwa di sana kita bertemu?

di sana kita bersahabat?

di sana kita berjuang?

di sana kita merajut jalinan kasih persaudaraan yang abadi hingga kini?

di sana aku diberi harta tak ternilai yang tak pernah bisa tergantikan…

sebuah persaudaraan…

sebuah keluarga…

tak tahukan kau kalau bentukan tembok bisu itu, untaian gerbong kereta itu, sumur tua itu merindukan tak hanya sekedar kenangan tapi juga kehadiran?

kembalilah saat tembok itu mulai rapuh, gerbong itu mulai lelah, sumur itu mulai kering…

dan mulai membutuhkan kita, yang pernah dibawanya dengan setia…

sama seperti dia, aku butuh kalian bukan sebagai kenangan…

aku butuh kalian sama seperti dulu, dengan kehadiran, bukan angan-angan…

untuk sahabat-sahabatku, sebagai kenangan akan almamater…

GIE

Monday, August 8th, 2005
Mandalawangi-Pangrango
Senja itu ketika matahari turun ke dalam jurang-jurang mu
Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku
Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan berbicara padaku tentang kehampaan semua
Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah
Dan di antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima ini semua
Melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu
Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup
soe hok gie