Beberapa hari ini mungkin blog ini isinya akan ABG banget, maklumlah, yang nulis adalah orang yang baru mulai menyadari apa yang sesungguhnya terjadi, jadi gue sarankan bagi siapa aja yang seneng baca blog gue (yakin banget ya gue kalo ada orang yang baca), please, ga usah baca lah, isinya cuma curhatan seorang ABG, ga penting kok, loe2 yang baca mungkin cuma akan berpikir, oh, ternyata astri tuh begini ya, padahal belum tentu apa yang loe pikir itu benar…dan pada akhirnya menyesal dan mungkin merasa buang2 waktu membaca blog gue.
Seperti udah gue rasakan sejak semula, ada discrepancy antara apa yang gue rasakan dengan apa yang gue alami, ga mungkin nih, sementara gue selama ini begitu sulit untuk memutuskan, tp ketika itu terjadi gue merasa jauh lebih baik dari apa yang gue duga sebelumnya, superfisial, gue bersyukur bahwa gue jauh lebih tenang, tp deep inside, gue bingung, kenapa ya? Gue merasa seharusnya gue, lebih sedih, seharusnya gue tidak setenang ini, dan ternyata mungkin benar, entah itu sebetulnya game yang gue mainkan untuk mewujudkan script yang gue bikin bahwa gue harusnya sedih atau nirsadar gue sebetulnya memang tidak setenang ini. Hal itu semakin terasa ketika dia pergi ke Aceh, entah apa yang ada di pikirannya sampai akhirnya dia memilih Aceh, entah apa yang terjadi sampai akhirnya dia betul-betul berangkat ke negri serambi Mekah itu..gue kaget, ada sedih, ada takut, ada kecewa, entah kenapa, sempat terbersit, ah..apa gue harus kembali lagi? Apa gue salah putus dari dia? Dengan geernya gue berpikir, apa karena putus dari gue membuat dia memilih ke Aceh? Ada takut kalau gue ga akan…ah, gue ga sanggup nulisnya…jangan, please, karena gue ga tau apa gue masih bisa bertahan kalau, ah udahlah, jangan berpikir begitu…dan ada rasa bersalah, sebetulnya perasaan gue memang tidak sestabil yang gue kira, sebetulnya gue banyak mengerahkan energi gue untuk memakai mekanisme pertahanan denial, atau mungkin juga sublimasi atau bahkan reaction formation sekaligus, lelah, gue merasa ego gue lelah, gue tidak tau lagi mana real self, mana actual self gue, apa yang gue lakukan ini jangan2 hanya kompulsi dari keinginan mewujudkan ideal self gue, terasa sekali ego gue lelah, dan gue betul2 merasakan apa yang namanya mood siklotimik, gila..gue bener2 bisa happy dalam sehari dan sangat down di malam harinya, gue masih menangis, kadang gue ga tau persis apa yang sebetulnya gue tangisi, gue bisa begitu happy di satu hari, tp begitu hipotym di hari berikut…kayak kemarin, gue betul2 hipotim, susah payah gue kerahkan energi psikis gue untuk berkonsentrasi pada pasien, dan memang betul, pasien membantu gue melupakan kesedihan sesaat, ketika berhadapan dengan pasien, gue bisa cukup tenang, tp sayang kemarin pasien cuma sedikit, dan di perjalanan pulang, gue nangis lagi, tanpa gue tau persis kenapa, gue cengeng banget ya, terasa ga nyaman, namun ga seperti biasa justru malam harinya gue lebih tenang kemarin, mungkin karena habis ke gereja dan gue juga lelah banget 2 hari berturut2 tidur cuma sekitar 4 jam, tadi pagi diawali dengan cukup menyenangkan, karena ada latihan tenis, pukulan gue udah mulai lumayan (pede ya), tp pelatihnya juga bilang gitu kok, dan bola2 gue udah lebih terarah, walau masih banyak yang melambung ke luar orbitnya, olahraga memang menyegarkan ya, ga cuma badan tp juga pikiran, hari ini gue menghadapi 7 pasien, menyenangkan, perasaan gue lebih enteng hari ini, mudah2an bertahan sampai malam dan besok…mungkin gue harus mengubah diagnosis, bukan bipolar tapi siklotimik, atau mungkin rapid cycling, yang prognosisnya paling buruk J
Sepertinya gue juga harus mulai jujur, gue ga suka ini, tp mungkin gue memang pelarian, gue betul2 ga bermaksud begitu, segalanya terjadi begitu cepat dan begitu banyak kebetulan, semua seakan mengarah pada suatu yang menimbulkan harapan, tp mungkin gue harus berkata jujur bahwa perasaan itu adalah pelarian daripada terus menyangkal bahwa dulu perasaan itu udah ada, dan ini hanya muncul kembali, memang dulu ada, tp dulu pun gue kan ga gitu deket sama dia, kalaupun ada rasa suka, mungkin hanya superfisial, secara dulu dia in a relationship juga, secara dulu ketemunya cuma seminggu sekali juga, secara dulu kenalnya ga sampe setahun, dan kalau perasaan itu ada sekarang, mungkin bukan seperti yang selama ini gue duga, mungkin bukan seperti pernyataan gue bahwa perasaan itu muncul kembali karena memang sudah sekian lama tersimpan di suatu tempat di hati gue, kalau dipikir secara logika, dalam 8 tahun ini, gue 2 kali pacaran, dan beberapa kali ‘dekat’ dengan beberapa orang tanpa pernah terlintas bahkan sekedar namanya apalagi bayangan wajahnya, kenapa tiba2 ketika dia datang sekarang perasaan itu langsung ada? Yah, mungkin itu semu, gue harus jujur, itu semu, dia muncul seakan di saat yang tepat, ketika kondisi sedang tidak baik, kita ketemu hanya dalam hitungan hari setelah gue putus, dan banyak yang ga berani gue bayangkan dulu dan ternyata terwujud begitu saja, tp itu terlalu cepat, dan gue terlalu melibatkan perasaan, mungkin semua ini semu, mungkin gue menjadi terlalu berharap pada apa yang tidak nyata, gue harus cepet keluar dan kembali kepada realita, biarkan semua itu berjalan secara nyata dan bukan mimpi yang berusaha gue wujudkan, nyatanya memang gue ga pernah bisa jadi diri sendiri di hadapan dia (maksud gue betul2 ketika berhadapan), di telpon mungkin gue bisa lebih jadi diri sendiri dan gue lebih merasa nyaman, tp di hadapan dia, gue tidak bisa, sulit..dan nyatanya, gue memang mengacaukan diri dan perasaan gue sendiri, dan mungkin gue jadi bersikap ga enak ke dia, entah dia sadar ato nggak..tp please, percaya, lepas dari pelarian atau bukan, apa yang gue lakukan itu betul2 tulus, apalagi blueberry dan kapsul2 itu, memang untuk loe dan gue berikan dengan tulus, perasaan ini aja yang mungkin pelarian, tp tindakan gue bukan suatu perwujudan pelarian, gue seneng ngobrol sama dia, gue seneng chat sama dia, seperti dengan teman2 lain, paling ga dengan dia wawasan gue jadi lebih terbuka, tp gue pengen perasaan ini tidak mengganggu..Ah, gue pede banget ya nulis ini di blog, yakin banget gue dia ga akan baca blog gue, perasaan gue mengatakan kemungkinan besar dia baca, tp logika gue mengatakan dia ga mungkin baca, jadi biarlah,kalopun dia baca, mudah2an tidak membuat semua menjadi lebih buruk, tp membuat dia lebih mengerti gue, sehingga kita bisa berteman dengan lebih enak, tp kalaupun dia jadi menjauh ya sudah, mungkin itu yang lebih baik, tp gue betul2 minta maaf, gue tau dia juga baru saja mengalami kondisi yang tidak menyenangkan dan gue tidak bermaksud membuat dia bertambah pusing dengan kehadiran gue, saat ini gue mencoba jujur, paling ga pada diri gue sendiri, dan sungguh, gue minta maaf…
Gue betul2 kangen dengan sahabat2 gue, entah kenapa sahabat2 gue semua jauh, nana di surabaya, eka dia australi, shirley, yuyu, edo, igon, ricky di manila, dewi di bandung, yudi di sukabumi, ada merwin, tp gue tau merwin pun menghadapi hal yang ga ringan, jd gue ga mau mengganggu merwin dengan masalah kecil gue ini, adek2 gue punya kesibukan masing2 juga, dan kadang gue merasa bersalah kalau mengganggu mereka, gue pribadi selalu berusaha keras untuk ada buat mereka, tp gue tdak mau mengganggu mereka dengan kesedihan gue…
Gue betul2 kangen dengan yang di manila, guys gue sampe mimpi pergi ke manila kemarin, ah andaikan gue bisa cuti seminggu untuk ketemu kalian, ingatan akan kalian bisa bikin gue nangis juga…
Seperti kata my sweet litl bro, biarkan TUHAN bekerja dengan jalannya, kadang gue lelah dengan rasa pedih ini, tp gue tau, kepedihan ini tidak ada artinya dengan kepedihan banyak orang, gue tau banyak hal yang harus gue syukuri dan gue masih bisa mensyukuri itu, tp terkadang gue betul2 cape, tp gue masih punya keyakinan, bahwa gue bisa lebih baik, karena gue rasa, masih banyak yang harus gue lakukan, masih banyak yang membutuhkan keberadaan gue secara sehat (walau kadang gue ragu, apakah gue mampu membuat hidup orang lebih berarti dengan keberadaan gue)…
Ada
hal yang pengen gue cerita juga, tp bakal jadi panjang banget, kapan2 aja ya, singkatnya gue udah belajar menjadi ibu beberapa hari ini, dan ternyata itu ga gampang, mudah2an keluarga gue bisa memberikan yang terbaik untuk Galang..
Paling nggak sekarang gue udah mulai latihan untuk bekal kalau nanti punya anak, ah..astri, punya pacar aja ga bisa, kok mau punya anak, hehehe…
Udah ah
selalu
dengan KASIH
us3
caritas CRISTI urget nos
Apa yang kau alami kini mungkin tak dapat engkau mengerti
Satu hal tanamkan di hati indah semua yang TUHAN b’ri
TUHANmu tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti
Cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu
Tangan TUHAN sedang merenda, suatu karya yang agung mulia
Saatnya
kan
tiba nanti kau lihat PELANGI KASIHNYA