Archive for September, 2006

THE SERENITY PRAYER

Wednesday, September 27th, 2006

GOD grant me the serenity

to accept things I cannot change;

courage to change the things Ican;

and wisdom to know the difference.

Living one day at a time;

Enjoying one moment at a time;

Accepting hardships as the pathway to peace;

Taking, as HE did, this sinful world

as it is, not as I would have it;

Trusting that HE will make all things right

if I surrender to HIS will

That I may be reasonably happy in this life

and supremely happy with HIM

Forevever in the next

Amen.

puisi

Tuesday, September 26th, 2006

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa

Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu

Memintaku minum susu dan tidur yang lelap

Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah KASIH

Lembah MANDALAWANGI

Kau dan aku tegak berdiri

Melihat hutan-hutan yang menjadi suram

Menikmati belaian angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu

Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat

Apakah kau masih akan berkata, kudengar detak jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua

Kecuali dalam CINTA…

Hari pun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram

Wajah-wajah yang tak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tak kita mengerti

Seperti kabut pagi itu…

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah

Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza

Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu

Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandalawangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danau

Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biavra

Tapi aku ingin mati di sisimu manisku

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya

Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tau

Mari sini sayangku

Kalian yang pernah mesra

Yang pernah baik dan simpati padaku

Tegaklah ke langit luas

Atau awan yang mendung

Kita tak pernah menanamkan apa-apa

Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

untuk: yang pernah berjuang dan masih diperjuangkan

puisi

Tuesday, September 26th, 2006

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa

Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu

Memintaku minum susu dan tidur yang lelap

Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah KASIH

Lembah MANDALAWANGI

Kau dan aku tegak berdiri

Melihat hutan-hutan yang menjadi suram

Menikmati belaian angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu

Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat

Apakah kau masih akan berkata, kudengar detak jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua

Kecuali dalam CINTA…

Hari pun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram

Wajah-wajah yang tak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tak kita mengerti

Seperti kabut pagi itu…

Ada

orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah

Ada

orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza

Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu

Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandalawangi

Ada

serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danau

Ada

bayi-bayi yang mati lapar di Biavra

Tapi aku ingin mati di sisimu manisku

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya

Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tau

Mari sini sayangku

Kalian yang pernah mesra

Yang pernah baik dan simpati padaku

Tegaklah ke langit luas

Atau awan yang mendung

Kita tak pernah menanamkan apa-apa

Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

(GIE)

untuk: yang pernah berjuang dan masih diperjuangkan…

iseng…

Wednesday, September 20th, 2006

karang tengah, 1 jam 30 menit menjelang hari baru, masih hari ke 20 di bulan 9 tahun 2006

ngeblog lagi…tadi sore udah bikin blog di multiply, sekarang iseng aja, payah kalo internetan dari rumah, bolot banget, lamaaaaaaa….download satu artikel aja ampe bego nunggunya (eh, kalo ampe bego sih ga terlalu lama, hehehehehe).
cerita apa lagi ya, kebanyakan curhat nih, secara emang banyak cerita, namanya juga orang hidup, udah ah cerita sedih-sedihnya, hari ini lagi agak enakan perasaan, ga tau deh, mungkin karena tadi ngelihat bule-bule dari harvard, huehehehe..
ga juga sih, tapi presentasi mereka tentang kondisi psikososial di aceh pasca konflik dan bencana memang bagus dan menginspirasikan banyak hal, jadi semangat pengen bisa ke harvard, lho, kok ke harvard, hehehe, ternyata mereka punya fakultas social medicine, secara gue tertarik banget sama psikiatri komunitas dan antropologi kesehatan, gue jadi pengen ada yang mau bayarin gue sekolah di harvard, hehehehehe, boo…impiannya ketinggian ya…gapapa deh, habis gimana, daripada sedih-sedih terus, mending bermimpi yang menyenangkan, siapa tau kesampean, hehehe….

masih belum jadi juga tuh artikel yang gue ambil dari websitenya apa ya, tau deh, tapi kayaknya bagus buat refrat gue, tinggal 3 minggu lagi, gue masih bingung mau bikin tentang apa, mungkin complex trauma pada anak dan penanganannya, gara-gara presentasi orang harvard tadi pagi, gue jadi mikir untuk bikin refrat tentang itu, tapi ga tau deh, bisa dapet ga bahan-bahan artikelnya, ini ada satu yang lagi gue download, tapi ga selesai-selesai prosesnya…

ditemenin katon nih…gerimis, gue nyolong cdnya edo, sori ya do, sekarang gue jadi tau kenapa loe ngelarang gue ambil tuh cd dari tempatnya, huehehehehe, sori ya do, bukan maksud, cuma lagi pengen aja dengerin kla padahal gue pencinta kahitna sejati, hehehe, tp gapapa, malem ini lagi ga pengen denger suara carlo, eh, pengen juga sih, tapi bisa ga ya carlo nyanyiin lagu-lagu kla, gue lagi pengen denger lagu kla tapi carlo yang nyanyiin, hehehe, banyak pengen ya, gapapa lah, namanya juga lagi sedih, hehehe, alesan aja…

yah, setelah berkisah-kisah sedih yang ga ada habisnya, gue mulai mencoba memantapkan langkah, ga tau deh, mudah-mudahan kuat menghadapi apapun yang terjadi nantinya, gue udah mulai malu kebanyakan ngeluh dan nangis, hehehe, ah udah ah, tadi kan udah curhat di multiply, kalo mau tau baca multiply aja, kalo belum punya….bikin dong, hari gini!hehehe, bisa lihat foto-foto gue yang bagus-bagus juga, huehehehehe…

minggu depan ke PANGRANGO, mudah-mudahan jadi, gue udah kangen berat sama yang abunya tersebar di MANDALAWANGI, sang demonstran, soe hok gie…udah lama pengen menjenguk dan ziarah ke sana, mudah-mudahan minggu depan kesampean, mungkin bukan tim yang sama seperti ekspedisi Gede, secara merwin udah cabut ke tempatnya menuntut ilmu, cari ilmu aja jauh-jauh bener sih win, hehehe…tp gue harap kita bisa tetep solid dan jangan sampe ngebawa-bawa sang ratu tamu tak diundang yang waktu itu ikut ke Gede, males deh gue….

ah, tapi edo hari sabtu pulang ya, mudah-mudahan dia akan sibuk ngurus ini itu keperluannya dan yang pasti dia akan sibuk pacaran sama cewenya, jadi ga sempet ngegangguin gue dengan segala rencana idealisnya, huehehehe, sori lagi do…

igon, loe ga pulang sih, kalo loe pulang gue pengen ajak loe ke PANGRANGO, gue pengen curhat, baru aja gue curhat yang menyenangkan ke elo eh udah sedih lagi, tau gitu gue ga curhat ke elo, hehehe, apa hubungannya :)
mau pesen tiket ke batam buat konas bulan november, sebel banget, gara-gara telat pesen harganya udah naik, yaahh, habis lagi deh duit gue, tapi mau gimana lagi, susah bener ya mau nabung aja, kan niatnya mau beli apartemen di CBD pluit, huehehehe, belinya rame-rame sama para dosen muda yang sekarang masih pada disekolahin biar pinter, masing-masing beli satu unit sebelah-sebelahan, huehehehehe, gaya benerrrr, berapa sih gaji dosen???hehehe…

udah mulai ngaco nih ngomongnya, biasa lah, buat ngilangin stres dan mengalihkan pikiran dari yang sedih-sedih..

besok aikido, tadi udah ditelpon sama temen gosip gue di dojo, hehehe…besok kayaknya bakal ada persidangan nih, ga tau siapa yang disidang dan siapa yang nyidang, yang jelas, semua udah pada bete dengan ‘paksaan’ secara sepihak, mudah-mudahan masalah bisa selesai dan suasana latihan kembali kondusif biar gue ga usah pindah dojo…

apalagi ya?penelitian eh survey gue dan cika, tugas pedsos, udah mulai jalan, tadi datanya udah diambil dari SDN bagus itu, yang bingung sekarang masukin datanya, secara gue ga punya dan ga bisa SPSS, payah ya? ayo, siapa yang mau nolongin gue ngajarin SPSS???

besok kuliah dr lukas ya, dia bawain sarapan apa ya? hehehe, dosen gue yang satu ini memang luar biasa kalo urusan makan dan masak…

udah ah, bingung mau cerita apa lagi, mudah-mudahan malam ini bisa tidur enak dan besok bangun dengan enak juga, supaya gue bisa menghadapi apapun yang terjadi di hari-hari berikut, doain ya……

selalu

dengan KASIH

us3

lagi pengen nulis

Monday, September 11th, 2006

Karang Tengah, dua hari setelah peringatan 5 tahun tragedi 9/11, menjelang tengah malam…

AIKIDO…ternyata selalu bisa bikin gue menjadi lebih nyaman, hari ini, setelah hujaman bertubi-tubi terhadap perasaan dan emosi (perasaan sama emosi sama ga? Bikin malu, hihihi…ngakunya residen psikiatri, ga ngerti apa itu perasaan dan emosi…) entah karena pengaruh aikido atau emang perasaan lagi elasi (maklum gue kan bipolar, kadang depresi kadang euphoria, hehehe…); tapi elasi kenapa? gue merasa lebih nyaman malam ini, ga sepenuhnya sih, tp agak lebih enak, entah kenapa, walau kegelisahan dan ganjalan itu masih ada di hati…tadi latihan aikido, setelah kamis kemarin bolos karena mengalami kepedihan, hari ini mungkin O Sensei tahu kalo muridnya lagi sedih, sama seperti yang sebelum-sebelumnya pernah terjadi, saat latihan gue bisa lepas banget, hari ini latihannya dahsyat, ji waza (ga tau bener ga tulisnya, maklum baru pertama kali), buat yang belum tau, pokoknya itu latihan segala macam tehnik dan diserang bertubi-tubi, sempet terpikir juga, ternyata gue ‘lebih suka’ dan lebih mampu menahan serangan fisik yang bertubi-tubi dari pada serangan mental…capenya habis-habisan, apalagi gue satu-satunya cewe yang dibolehin ikut ji waza, secara 2 cewe lainnya masih baru (padahal gue juga masih tingkat dasar, kyu 6 kalo di aikido,artinya belum pernah ujian,hehehe), alhasil badan gue sekarang sakit semua, apalagi pas cooling down, seperti biasa saling mengangkat pake punggung (gue lupa namanya apa, mungkin om Adit bisa bantu? itu juga kalo dia baca blog gue ini), sialnya hari ini gue kebagian ngangkat si sensei, yang auzubillah beratnya, boo…punggung gue nyaris patah! Akhirnya dengan sangat terpaksa gue menjatuhkan sensei, kaki gue udah ga kuat lagi, saking capenya latihan, yah…kapan lagi bisa jatuhin sensei, hehehe, sori sensei! )Tapi akibatnya, punggung gue ini sampe sekarang menambah lengkapnya sakit badan gue, rasa-rasanya satu ato dua baut pen yang ada di punggung ini lepas kali ya, ato seenggak-enggaknya kendor dikit :( sakit! Maklumlah, tulang punggung gue masih dihiasi plate and screw, hasil benturan keras 6 tahun yang lalu (udah 6 tahun tuh pen ada di punggung gue, bermutasi ga ya? Jangan-jangan bentar lagi gue jadi wolverine, secara ada titanium di punggung gue, hehehehe…eh, tapi wolverine pake adamantium ya…)

Waduh ada telpon…terganggu deh konsen gue nulis n gue malah ga bisa nulis lagi nih, aduh gue pusing nih…karena telponnya ato karena orang yang nelpon ya? Gue ga nyangka aja ditelpon…gue ga tau harus gimana, apa ini yang membuat kenapa malam ini gue lebih tenang? aduh gue bingung, gue ga mau berharap…ah, padahal tadi udah banyak cerita tersusun…

Hmmm… tp ada yg harus gue tulis, yang udah terpikirkan dari tadi (sebelum ‘gangguan’ telpon itu)…gue banyak belajar beberapa hari ini, belajar untuk lebih rendah hati, belajar untuk lebih tulus, belajar untuk lebih pasrah…kalo ada hal yang gue sesali, bukan pertemuannya, bukan proses yang begitu cepat, bukan kenyataan pedih yang gue terima, tapi… yang gue sesalkan adalah, kesalahan yang gue lakukan (yang terlalu pribadi kalo gue tulis di sini, maap ya…) dan emosi yang masih aja berkuasa, gue pikir setelah 6 bulan gue bisa lebih tenang, tp ketika narcissistic pride terhujam lagi, kembali gue ga bisa mengendalikan emosi, kembali gue menyakiti orang lain, kembali gue berkata-kata dan bersikap kasar, andai gue lebih tenang, andai gue lebih bisa mengendalikan emosi…tp semua udah terjadi, walau gue berharap bisa memperbaiki diri, gue lelah menyakiti, karena gue sendiri jadi sakit, gue cape marah, gue cape sedih, gue pengen bisa lebih pasrah, lebih tenang, lebih sabar, lebih rendah hati…karena gue menyadari, emosi begitu mudah mengaburkan kebenaran, rasa itu tidak pernah hilang, emosi hanya menutupinya, rasa itu masih ada, masih sama, hanya tertutup emosi; gue berharap, bisa memperbaiki keadaan, bisa memperbaiki kesalahan dan terutama…gue pengen membersihkan diri, Kamis ini, gue janji ketemu, masih dengan pembimbing rohani yang setia sejak gue SD, dia yang mungkin tanpa dia sadari meletakkan dasar yang kuat, saat gue masih SMP, yang membuat gue bisa jadi seperti sekarang ini (melengkapi apa yang sudah ditanamkan oleh orang tua gue tentu saja), dan sampai sekarang dia masih setia, walau gue seringkali hanya datang ke dia kalau butuh bantuan, tp gue masih ingat nasihatnya, yang diberikan bertahun-tahun lalu (gue inget saat itu kelas 2 SMP, waktu gue lagi suntuk karena rencana live-in yang masih berantakan padahal hari H udah deket banget) lewat sebuah kartu kecil yang sampai sekarang masih gue simpan tapi selalu gue lupakan, ada dua kalimat indah tertulis di kartu kecil berwarna merah muda yang sekarang sudah makin lusuh termakan usia, kartu kecil yang selalu tersimpan manis di dompet gue, tapi sayangnya sering kali gue lupakan kata-kata indah di dalamnya:

JANJI TUHAN

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air.

OTORITAS ALLAH

Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Mudah-mudahan setelah hari ini, gue tidak lagi melupakan dua ayat indah itu…terima kasih Romo Iyus, sampai ketemu hari Kamis…semoga TUHAN berkenan memaafkanku…

selalu

dengan KASIH

us3

p.s: untuk yang kepadanya gue berhutang maaf, gue ga sempet bilang ditelpon tadi, tapi gue minta maaf, untuk semua yang udah gue buat, gue MINTA MAAF…

Kisah singkat

Thursday, September 7th, 2006

Segala sesuatu yang berjalan terlalu cepat, biasanya akan berakhir dengan cepat pula…

Belajar menerima apa adanya sulit dilakukan dalam waktu cepat…

Belajar menerima sesuatu yang baru dan menjadikan masa lalu hanya sebagai masa lalu pun sulit dilakukan dalam waktu cepat…

Menjalani hidup, salah ketika melangkah adalah hal biasa, penyesalan yang terus menerus tidak berguna, selanjutnya adalah berani mengambil langkah baru menuju arah yang lebih baik…

selalu

dengan KASIH

us3

p.s: untuk yang pernah berjuang, tak ada kata sesal, tak ada kata benci, semua proses dan perjuangan selalu dihargai dan menjadi pelajaran berharga, terima kasih untuk perjuangan singkat itu, mungkin kita akan bertemu di masa yang lebih baik, di kisah yang lebih indah…TUHAN MEMBERKATI..

bosan…

Wednesday, September 6th, 2006

nulis lagi setelah sekian lama, sebetulnya gue udah siapin tulisan yang cukup panjang, kejadian2 selama gue ga nulis, sayangnya sebelum tulisan itu selesai (saking panjangnya), gue dilanda kemalesan lagi…

sebenernya gue males nulis, seharusnya mulai ada nuansa2 yang beda, tp entah kenapa balik ke kesuraman lagi..

bosan..cape..lelah…bukan..bukan tentang sekolah, bukan tentang idealisme, bukan tentang kampus dan adik-adik….

lagi2 tentang perasaan…lagi2 sensitif..semua berjalan terlalu cepat, terombang-ambing antara ketidakyakinan dan keyakinan..luluh dengan perlakuan yang berbeda 180derajat…tapi kembali lelah ketika sikap mulai menyerupai..entah apa yang terjadi, di mana salahnya…

mungkin gue yang terlalu sensitif…tapi ketika keyakinan mulai berkuasa, kenapa perubahan mulai terjadi…apa memang gue tidak pernah pantas???

itulah kenapa gue malas memulai lagi, itulah kenapa gue takut dengan status…

bosan…

selalu

dengan KASIH

us3