Archive for January, 2007

Pesona Alam Bawah Tanah…

Tuesday, January 30th, 2007

Awal tahun ini, menyambung ritual yang gue mulai tahun lalu, dibuka dengan trip dahsyat…menelusuri ‘AKU’ (baca: gua) BUNIAYU (meminjam kata2 bang andrey, supaya lebih sopan J)…sebetulnya niat menjerumuskan diri ke kedalaman bumi udah jadi salah satu impian gue sejak lama, sejak gue mendengar kakak ipar gue yang dulunya waktu kuliah suka caving (secara dia ikut pencinta alam yang pendirinya keren itu), apalagi waktu gue denger cerita dia menelusuri goa yang banyak tengkoraknya (kabar2nya siy sisa2 masa palu arit dulu…); gue semakin penasaran, pengen tau apa rasanya masuk goa…dan setelah merasakan indahnya berada di ketinggian awan (walo ‘baru’ 2910 dpl), pengen tau juga rasanya ‘turun’ ke kedalaman bumi…

Trip awal tahun ini penuh ketidakpastian sebetulnya, waktu gou kirimin gue berita ini via mail dan gue buka MPnya om gembong, gue pengeeennn banget ikutan trip ini, tapi sedikit ragu karena ga ada temen gue yang mau ikut (gou beralasan ga suka caving, tapi gue tau banget sekarang dia iri beratsss sama gue, apalagi kalo udah baca blog gue ini, huehehehehe…), tapi ternyata panggilan alam lebih kuat J setelah mengalami keterlambatan baik dalam konfirmasi keikutsertaan maupun kedatangan ke senayan (maap ye teman2 krn terpaksa nungguin gue, maklum jarak jauh karang tengah – senayan gue tempuh dengan kendaraan yang katanya primadona Jakarta saat ini J ), namun akhirnya gue tergabung juga di dalam bis yang membawa 40an orang menuju Buniayu, Nyalindung, Sukabumi…

Dan…begini ceritanya…

Perjalanan diawali seperti biasa dari senayan, menembus jalan bebas hambatan sampe ke sukabumi, melewati berbagai kemacetan sebelum masuk kota sukabumi dan menyusuri puluhan tikungan menanjak menuju Nyalindung…sedikit mengingatkan gue pada perjalanan ke Ujung Genteng beberapa bulan lalu, secara arahnya emang nyaris sama…tapi sebetulnya sih, perjalanan lebih banyak gue habiskan bersama buaian mimpi, secara malem sebelumnya gue menghabiskan malam di Chiyyo sampe tutup (maksudnya, Chiyyonya nungguin gue pulang baru tutup, hehehehe), begitu di rumah, mendengar berita dari Nias, sampe jam01.30 n pagi2 gue udah bangun lagi, jam6, itu pun jadi telat dengan segala kesibukan pagi hari (apaan coba???)

Maka…tibalah kami di desa itu…turun dari bis, beruntung bisa ‘nebeng’ mobil sampe rumah yang dijadiin basecamp, disambut dengan belaian angin desa yang sejuk menjelang dingin, sentuhan lembut kabut tipis yang menggayut di udara, lambaian ramah daun2 pepohonan yang segar, serta senyuman manis penduduk desa…senengggggg bisa ada di alam lagi…setelah satu bulan berkutat dengan kemacetan, keruwetan, kesesakan, kepenatan, kepedihan JAKARTA, akhirnya gue bisa melepaskan semua itu bersama hembusan napas yang kuat dan kembali mampu menarik napas dalam dengan lega…

Di rumah, kami disambut dengan gorengan dan bandrek, minuman hangat yang sebetulnya enak banget untuk suasana sore menjelang malam di desa yang dingin (tapi secara gue ga suka bandrek dan ga menemukan kopi, ya sudahlah, gue minum air sehat, air putih, cukup…)

Habis itu briefing sebentar terus makan malem, enak banget masakannya, tapi kok gue lupa, apa makanannya ya? Kalo ga salah sayur kayak capcay gitu sama ayam ya? Lupa gue, pokoknya enak lah…

Malem itu kita dapet kesempatan ‘latihan’ mengenal sang ‘aku’, kami semua masuk ke ‘aku’ angin, yang merupakan ‘aku’ wisata setempat…aduh, kok agak ribets ya pake ‘aku’? hehehe…balik ke goa lagi deh, berbeda dengan beberapa goa wisata yang udah pernah gue masukin (goa jepang di yogya, goa kiskendo, beberapa goa di cagar alam pangandaran), goa yang satu ini cukup nyaman karena udah ada undakannya, jadi kita bisa jalan dengan tenang, tapi tetep aja, pesona di dalamnya luar biasa…gue paling suka ngeliat relief dinding dan bebatuan; dan itu semua bentukan air, gila ya, dahsyatnya kekuatan aliran air bisa membuat pesona yang begitu indah…terus beruntung juga bisa ngeliat serangga buta, bentuknya mirip banget jangkrik, cuman lebih gede dan sungutnya panjang benerrr…terus sempet ngerasain beberapa detik di kegelapan abadi, wueeehhh, seruuu…

Habis menikmati ‘aku’ angin, briefing sebentar buat penjelajahan sebenarnya, terus bobo deh, nyiapin energi…nah, ada sedikit peristiwa lucu…sekitar sebulan yang lalu, ketika gue lagi berjalan menyusuri hutan gunung putri bersama dekapan rasa nyeri dan ngilu di kedua lutut, gue bertemu dengan dua orang pendaki gunung yang pada akhirnya membarengi jalan gue dan temen2; dan ternyata gue ketemu lagi dengan salah seorang di antaranya…mas dwi..the gondrong…hehehe…jadilah malem itu kita sempet ngobrol2 sedikit, pengantar tidur, hehehe…

Jam 12 tepat, mulai bangun, satu demi satu dan semua, beres-beres, terus langsung mencoba2 baju, sepatu, topi (a.k.a helm) wueeehhh, kayak mau kondangan, cari baju ama sepatu yang pas, hehehe…setelah semua beres, dibagiin bekal, botol air mineral dalam kemasan sama makanan ringan biskuit berlapis karamel dan coklat, secara ga mau sebutin merk J berjalan pelan2 menyusuri jalan desa yang sepi menuju lubang ‘aku’; dipimpin kang iwan kalo ga salah ya…gue tergabung di tim satu bersama 20 orang lainnya, yang daftarnya bisa ditanyakan langsung ke om gembong, secara gue ga hapal, hehehe…sampe di lubang ‘aku’, kita diturunin satu satu, goa vertikal boo…sebetulnya gue agak deg2an juga turun vertikal 32m, secara fobia ketinggian, gue inget jaman2 repling nurunin dinding kampus dulu…sok berani, biasa…takut tapi demen, jadilah gue repling dengan merayap, boro2 berani mengayunkan itu tali, jalan turun aja setapak demi setapak dan tali dipegang kuat2…nah, yang ini lebih ngeri sepertinya, gue takut sih, tapi ga mau mundur, sempet sms didit waktu sebelum tidur tadi, minta petunjuk…akhirnya diberani2in, ya mau gimana lagi, gue turun bareng mbak cindy, yang ada gue pegangan mbak cindy terus n ga berani buka mata, payah deh gue, pas udah mau deket tanah barulah gue berani buka mata…dan…di antara ketakutan pun, gue menyadari pesona alam yang begitu indah, serasa memasuki sebuah istana batu yang luar biasa megah, goa besar berdiameter, berapa ya, luas banget deh, dengan penerangan lampu karbit mas iwan, jadi suasananya remang2 gimana gitu, dan di bawah, teman2 yang udah nyampe duluan udah pada rame…apalagi begitu menjejakkan kaki ke tanah, padat tapi becek, jadi agak susah tuh untuk melangkah, luar biasa deh, perasaan saat itu, gue ga bisa lupain saat gue masih tergantung di tali mulai berani buka mata dan memandang sekeliling goa, gambaran itu masih terekam jelas di otak gue sekarang…sayang gue ga bisa foto saat itu, boro2 foto, secara tangan masih gemeteran…tapi setelah bisa berdiri tegak di tanah dan napas sama detak jantung mulai teratur, teuteup dunk…poto2 rame2 tim korpri (gitu deh, kalo lidah indonesia ngomong rope free J) !huehehehehe…

Sekitar jam 4, tim 1 mulai berjalan, sepanjang jalan nyaris ga pernah ga ketemu air, air terus menyertai setiap hitungan langkah kami, serupa sahabat setia…gue masih selalu terpesona dengan relief dinding dan bebatuan yang lagi2 hasil karya aliran sang air, bentukan stalagtit dan stalagmit, berbagai bentuk bebatuan sepanjang lorong goa, bahkan bentuk goanya sendiri, yang unik2, sungguh pesona yang luar biasa, di beberapa tempat yang cukup tinggi dan luas bahkan gue bisa membayangkan nikmatnya tinggal di sana, serasa sebuah istana yang eksotis dan sejuk…di beberapa tempat jalur ga bisa dibilang mudah, susah banget malah…jadilah beberapa kali rombongan terhenti cukup lama, lumayan buat istirahat, namun sebetulnya, istirahat yang terlalu lama nyaris sama dengan siksaan buat gue, udara dingin kembali terasa secara suhu tubuh mulai turun karena duduk diem, belum lagi hantaman rasa kantuk; beberapa kali bahkan gue sempat tertidur saat istirahat atau saat menunggu giliran jalan…paling sengsara kembali berjalan setelah cukup lama diam, berat banget rasanya mengembalikan suhu tubuh dan mengusir rasa kantuk yang makin kuat…tapi lagi2, jalur yang berat dan pesona alam yang indah merupakan kombinasi yang pas untuk mengembalikan semangat dan membantu memulihkan ato paling ga mempertahankan stamina…masih terus ditemani aliran air, langkah demi langkah semakin dan semakin jauh masuk ke goa, sampai akhirnya…di satu tempat, mau ga mau kita harus turun pake tali, di bawah aliran air cukup deras, tapi mas iwan ato yang lain ya? Maaf, gue lupa…udah nunggu di bawah, dengan sigap beliau memberi instruksi untuk kami ketika satu demi satu menuruni tali itu…lagi2, takut juga gue, walo ga gitu tinggi n gue tau itu air ga dalem, tapi tetep aja deg2an, kalo gue jatuh, kebentur batu gimana? Padahal gapapa sih, kan gue pake helm, lagian di bawah juga kan ditungguin, jadi pasti aman…tapi namanya juga takut…lagi2 gue teringat, saat manjat tanjakan setan pas ujan, licin banget, dengan tali webbing yang dipasang frans sama tommy…akhirnya semua selamat melewati hambatan itu…jalan lagi, air masih terus setia menemani, bahkan terkumpul banyak di dalam sepatu bot, sehingga setiap langkah diiringi musik air yang berkecipakan (bahasa apa coba…) terus airnya makin lama makin sedikit, lumpurnya tambah lama tambah banyak, tambah tinggi, goanya tambah pendek, jadilah, merayap di lumpur, huehehehehe…enak banget, seru…merasakan sensasi lembutnya sentuhan lumpur, jadi pengen berlama2 berendam di dalam lumpur J lembutnya lumpur ‘aku’ buniayu, ga kalah deh sama kelembutan pasir pantai cipanarikan ujung genteng J…tapi sesudah itu, tambah berat bos! Nanjak2 terus, licin, terjal, membuat pikiran untuk menurunkan berat badan muncul beberapa kali, secara gue merasa berat banget ngangkat badan gue…tapi…kang ferry bersedia memberikan pahanya untuk tempat pijakan gue supaya gue bisa manjat lebih mudah, gile, gue langsung merasa bersalah gitu dengan berat badan gue (lho?)…tapi memang, selain pesona alam yang luar biasa, tim pemandu, kang ferry dan rekan2, RUARRR BIASAAA! TOP ABIIIEEESSS! Salut banget gue sama mereka, hebat deh pokoknya…TERIMA KASIH BANGET buat mereka, selaku tim pemandu sekaligus tim sukses kami, khususnya yang baru pertama kali caving J

Terus dan terus, jalur semakin dan semakin berat, tapi entah kenapa, tetep nikmat dan menantang…sampe akhirnya, itulah, tantangan terakhir, tebing setinggi sekitar 7m, bagusnya udah disiapin tangga baja sama timnya kang ferry, tapi lagi2, secara fobia ketinggian…tangganya kelihatan emang kuat, tapi kecil, tiap anak tangganya ngepas banget untuk satu kaki, dan udah pasti licin secara sepatu2 yang naek penuh lumpur…tapi gue ga mau mikir, sama seperti kehidupan yang gue coba jalani sekarang, setapak demi setapak, satu demi satu anak tangga…tanpa berani menengok ke belakang dalam arti ngeliat ke bawah dan males juga menatap ke atas…tapi gue tau, setelah ini, segalanya menjadi lebih mudah…dan lagi2, terima kasih untuk akang yang nungguin tangga di atas, entah kenapa, sampe atas gue malah agak kesulitan narik badan gue, untung si akang jago, bantuin gue naik dari anak tangga terakhir…lagi2…maap…lupa nama si akang teh siapa???

Setelah itu, emang betul, jalanan lebih mudah, tapi nanjak…mulai lagi, stamina yang udah drop banget, inget masa2 melangkah yang semakin dan semakin berat saat mau menggapai puncak gede dari surken…waktu di kejauhan mulai tampak cahaya mentari lewat sebentuk lubang yang tampak kecil di kejauhan, dengan napas yang semakin berat, perlahan tapi pasti melangkah menanjak menggapai secercah sinar harapan…udah ga kuat kalo cuma pake 2 kaki, terpaksalah, 2 tangan juga membantu menopang dan mengangkat berat badan demi mencapai mulut gua yang agak di atas itu…

Dan waktu mencapai hangat dan terangnya mentari pagi, waktu keluar dari kegelapan goa, disambut teriakan ‘selamat datang di peradaban’…rasanya…aduh…gue ga bisa menemukan kata2 yang tepat…indah banget! Seneng, luar biasa deh pokoknya!

Tapi ternyata perjalanan belum selesai, setelah poto2 dan toss bareng dengan yel2 yang sama (KORPRI!), langkah demi langkah mulai menyusuri perkebunan dan sawah2, diantara pohon karet yang sedang mengumpulkan getah…kami semua berjalan kembali ke basecamp…lelah, kotor, berlumur lumpur tapi senang…

Sepatu bot semakin lama semakin ga nyaman, secara lumpur semakin memadat dan walau berbunyi kecipakan tapi ga ada air yang keluar waktu sepatu itu dibuka…akhirnya, atas saran beberapa orang, sepatu gue buka; saat telapak kaki bersentuhan langsung dengan tanah desa, malah jauh lebih nyaman…ingat lagi…waktu live in, waktu ke ladang sama bapak dan ibu, waktu jalan dari muntilan ke kaliurang…

Dan sampailah di basecamp, disambut cowo gondrong kriwil2, yang teriak2 heboh nanya ke kita2, gimana? Excited ga? (ini mas dhemy bukan namanya?hehehe, maap lagi, gue ga tau)…jelas lah, excited banget, top abis, seneng benerrrr…

Dan gue seneng banget, di awal tahun ini, lagi2 boleh ngerasain pengalaman MENYENANGKAN yang ga BAKAL bisa dilupain, walo kalo dipikir2 gue masih lebih suka naik gunung, tapi gue juga suka caving dan SIAP untuk nge-cave lagi! Jadi pas kan hobi gue lengkap nge-cave dan nge-cafe, huehehehehehe…..jadi inget, air yang setia menemani sepanjang perjalanan menelusuri ‘aku’ emang membuat gue pengen banget minum kopi, secara warnanya mirip kopi susu gitu, hehehe…mirip2 capuccinonya chiyyo lah warnanya J

Dan tentu aja…thanks GOD! Gue berSYUKUR banget, senakal2nya gue, masih selalu dikasih kesempatan menikmati kasih sayangNYA lewat keindahan dan kedahsyatan ciptaannNYA…terus TERIMA KASIH BANGET buat semua PANITIA – OM GEMBONG (thanks udah nungguin gue yang senantiasa terlambat, baik konfirmasi keikutsertaan maupun kedatangan di senayan, THANKS BANGET buat seluruh trip ini J), MBAK LUCKY (thanks juga karena udah bantuin gue ngebersihin ‘air mata’ darah di bis J), MBAK AMY (makanannya enak banget! thanks juga), TITIAN (maap banget, gue ga terlalu yakin orangnya yang mana? Mbak? Mas? Pak? Bu? Maap ya, tapi pasti THANKS juga), MAS DHEMY (ini cowo gondrong kriwil2 yang rajin banget bantuin kita2 pilih, pake, ngebenerin sampe ngelepas baju n sepatu bukan? Yang teriak2 menyambut kita satu demi satu waktu nyampe lagi di basecamp?Thanks banget juga-btw, kalo emang yang itu, mukanya mirip banget, asli mirip abisss, sama temen gue, tapi temen gue itu cewe) dan BANG ANDREY yang LOETJOE! (thanks terutama buat gangguannya saat kita2 mau tidur, huehehehehe…siap2 mengganti semua GUA menjadi AKU, biar lebih sopan J) dan semua panitia lain, TERIMA KASIH BANGET buat TIMNYA KANG FERRY, buat pak TOING (salut banget gue sama bapak yang satu ini, staminanya hebat!), buat mas ALUN untuk poto2nya (luar biasa tukang poto eh, fotografer ini, oks banget, tetap setia memfoto dalam berbagai situasi J), ditunggu hasil poto2nya mas…dan semua yang gue lupa namanya tapi udah bantuin kita banget, TERIMA KASIH BANGET, MATUR NUWUN,NGGIH. thanks juga buat semua temen2 baru yang MENYENANGKAN, terutama Mbak Cindy yang turun bareng gue, dan banyak bantuin gue juga sepanjang penelusuran (thanks banget ya, mbak, maap nyusahin J), Bang Daurie yang nemenin gue dengan cerita tentang MELATI waktu di bis (menarik dan menyenangkan ceritanya tuh, bang!), Mas Dwi gondrong, yang udah nemenin gue sepanjang jalan di kebun bawang dan kasih gue salonpas untuk ngobatin lutut gue (hihihi, tapi ini di trip yang laen, seneng banget bisa ketemu lagi!), thanks juga buat nasihat2nya tentang pentingnya menjaga lutut (pasti gue akan lebih hati2 dan rendah hati, mas! J, sampe ketemu di pangrango dan semeru!)

Seneng…seneng…seneng…mudah2an cepet ada trip lagi..tapi ada cerita yang kurang mengenakan nih, secara gue berhasil melewati berbagai rintangan, hambatan dan tantangan selama penelusuran goa dengan hanya lecet2, tapi gue terpaksa ‘bersimbah’ darah saat di bis! Boo…malu ga sih? Begitulah, akibat 2 hari ga kesentuh cafein, jadilah gue tidur dengan sukses tapi terlalu LELAP, tanpa bisa punya pertahanan diri terhadap serangan goyangan bis di jalan yang ga rata, tiba2 gue terbangun akibat kepala gue membentur benda keras yaitu pinggiran jendela yang dari besi itu, mungkin ingetnya masih pake helm J sakit banget, tapi gue cuek, secara ngantuk berats, gue langsung ambil posisi tidur lagi, tapi kali ini tangan menyangga kepala, tapi kok…tangan gue basah…dan ternyata…jidat gue berdarah!!!payah dey, untung mbak lucky dengan sigap membantu gue membersihkan darah dan memasang plester, tapi jadilah bertambah satu goresan di wajah, hiks…hiks…padahal lukanya kecil banget, tipis lagi, ya sutra lah, yang penting teuteup cantik…huehehehehe….

Maap ya kalo tulisan ini kurang oke, secara sekarang jam 2 pagi dan hujan mulai turun..insomnia lagi kah? Tau deh…tapi postingnya besok di kampus…

Wah, tapi gue harus mengucapkan SELAMAT juga pada teman2 gue yang hari sabtu-minggu saat gue BERSENANG2 MENIKMATI INDAHNYA PESONA ALAM BAWAH TANAH, mereka SIBUK BEKERJA! Huehehehehe, SALUT buat para pekerja keras, hahahahha, nangte ye bos-bos, masih ada caving2 berikutnya, loe pada KUDU nyobain caving! Dan buat temen2 gue yang laen, yang sekaligus guru2 gue di alam, igon, ryue, dika, merwin, frans-udah pernah caving belon loe pada?huehehehe, sombong dikit, makanye, pulang jakarta cepetan (buat frans, selesain koas cepetan J), biar bisa jalan2 lagi, jangan sekolah n kerja terus…sekolah aja jauh2 banget sih! beruntung juga gue sekolah di sini, bisa disambi jalan2, hehehehe…tapi kalian mesti bangga, sebagai guru2 gue, sekarang murid kalian ini udah bisa pergi sendiri, caving pula, hehehehe…ga sabar nih nunggu kalian pulang buat cerita2 dan jalan bareng…igon-udah mau pulang kan? Pangrango ya!; dika-sama, Pangrango! Tapi mudah2an gue ada rejeki biar bisa ke nias sebelum tugas loe selesai, kita jalan di sana J; ricky yue, maret pulang kan? Tapi ga sempet jalan kali ya? Gue ke manila deh, loe masih lama kan di sana? Jadi gue sempet nabung dulu J; merwin-aduh, gue ga tau gimana caranya buat ke jerman, belum tentu dalam 5 tahun ke depan gue bisa ke sana L tapi gue tunggu, loe masih utang pangrango juga kan? J; Frans-gue tau deh, loe anak hutan, biar gimana ga bakal gue bisa ngalahin lutung J tapi loe bisa bangga dunk sama gue sekarang, banyak kemajuan nih hasil didikan loe juga kan, hehehehe, btw, loe juga masih utang pangrango, kompor dan KTP loe masih disandera!!! utang aja diinget..miss you guyz…