Menyusuri Chao Praya
Buat orang-orang yang udah pernah
pergi ke Bangkok, tulisan ini mungkin tidak menarik, tapi gapapa lah, karena
seperti biasa, tulisan2 gue adalah salah satu saluran narsisisme gue
Akhirnya setelah pergulatan
panjang terutama mengenai dana, guememutuskan pergi ke Bangkok, setelah
mendapat sponsor tunggal dari bokap gue…yah walaupun dengan ‘agak’ malu karena
gue masih tetap menggantungkan sebagian hidup pada bokap gue. Pertimbangannya adalah
tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ikut kongres sekaligus presentasi poster di
AFPMH (ASEAN Federation of Psychiatry and Mental Health).
Perjalanan melalui udara dengan
menggunakan maskapai ‘murah’ gue lalui dengan agak bosan, maklumlah agak norak,
gue belum pernah naik pesawat lebih dari 2 jam, tapi untung gue ditemani Andy’s Corner; cukup untuk mengalihkan
kecemasan gue berada di ketinggian 30.000 kaki.
Setelah mendarat di Suvarnabhumi,
nebeng jemputan temen gue untuk ke hotel. Sebelumnya dapet sms, beruntung,
diundang makan malam oleh sebuah perusahaan (tau lah kalo dokter yang ngundang
biasanya perusahaan apa…). Cuma sempet taro koper sehabis check in (gue nebeng
temen gue yang kebetulan dapet award jadi dapet gratisan kamar, lumayan), langsung
menuju lantai 2 hotel tersebut yang kebetulan langsung menuju stasiun sky
train. Setelah mengecek peta, sempet agak norak sedikit waktu beli tiket,
maklum, ga ada sky train di Indonesia. Menunggu sesaat dan menikmati perjalanan
dengan sky train yang lumayan sejuk. Turun di stasiun yang dianggap paling
dekat dengan hotel yang dituju. Masih sempet tanya sana sini sampai akhirnya
menemukan hotel mewah berlambang S besar berwarna kuning itu. Menunggu lumayan
lama, dengan perut keroncongan karena belum makan siang. Ternyata sore itu kita
akan ditraktir makan malam di sebuah restoran yang terletak di pinggir Chao
Praya. Hotel tempat berkumpulnya pun berlokasi di tepi Chao Praya. Naik perahu
menyusur sungai besar, sedikit teringat pengalaman menyusur sungai di green
canyon Indonesia. Gue membayangkan, tentu saja, sungai ‘kebanggaan’ Jakarta,
Ciliwung, juga Kali Malang dan Kali Cipinang yang belakangan ini ‘akrab’ dengan
gue. Tidak seluas Chao Praya memang, tapi bukan tidak mungkin dikembangkan juga
transportasi air seperti ini. Chao Praya berwarna coklat, menurut tur guide, telah dikembangkan teknologi
untuk mengolah air sungai ini menjadi air untuk mandi, cuci, bahkan minum bagi
warga Bangkok. Sepanjang tepian Chao Praya menyuguhkan pemandangan unik,
bercampur antara kecantikan beberapa temple,
kemewahan hotel dan restoran serta kegetiran rumah-rumah kayu kumuh. Di antara
itu tampak pemandangan paling mengagumkan, Grand
Palace yang anggun.
Restoran itu berada sekitar 15
menit dari hotel S. Suasana makan malam di tepi sungai yang temaram membuat
suasana cukup menyenangkan, terasa kehangatan kota Bangkok yang saat itu
sebetulnya agak ‘panas’ dengan berbagai demonstrasi. Makanan? Pasti enak,
apalagi buat orang yang baru makan 2 donat sejak pagi. Agak lupa sih, menunya,
tapi yang jelas enak. Ada ayam yang serupa ayam gulai/opor. Ada kepiting ah…lupa
lagi gue namanya, ada macem-macem deh, dan yang pasti ada tom yam. Hidangan ditutup
dengan ketan khas Thailand dan mangganya yang manis.
Perjalanan pulang kembali
menyusuri Chao Praya…nuansa semakin sendu mengiringi langit yang semakin gelap…
Tipikal orang Indonesia,
kemanapun dia pergi yang dituju adalah pusat perbelanjaan…malam itu beberapa
dari kami pergi ke Night Bazar di Lumphini Park. Unik-unik dan lucu-lucu barang
yang dijual di sana. Tapi gue belum mau belanja, masih menahan diri. Terutama karena
memang uang yang terbatas. Tapi akhirnya tergoda juga, beli rok terusan hitam
berbunga-bunga, rencananya buat ke Lombok bulan depan. Cape belanja, pulang
lagi ke hotel. Masih nekat naik train, walaupun mesti berganti-ganti dari MRT
ke sky train. Lagi-lagi norak, karena terkagum-kagum melihat bangunan yang
berlapis-lapis dari subway ke sky train. Sampai hotel, malas mandi, cuma ganti
baju, terus tidur…
Lanjutin besok deh..eh, lanjutin
nanti malem karena ini udah pagi 00.30, jam 6.00 gue udah mesti bangun lagi,
udah ah, ngantuk…